Perbedaan Sifat, Sikap dan Karakter

Perbedaan Sifat, Sikap dan Karakter 
 
a. Sifat (Trait)

ilustrrasi
Sepasang suami istri yang cukup bahagia dengan kedua anak kembarnya. Kakaknya bernama Nana, sedangkan adiknya yang lahir dengan selisih waktu sepuluh menit bernama Nini.
Sepasang suami istri ini, dapat dengan mudah mengenali manakah yang Nana dan mana yang Nini., karena Nana mempunyai sifat mudah bergaul, humoris, dan selalu ceria di manapun Nana berada. Berbeda dengan Nana, Nini justru mempunyai sifat pendiam, kalem, dan lemah lembut. Sifat nana dan Nini memang sangat bertolak belakang, apalagi keduanya juga sama-sama mempunyai sifat buruk yang berbeda. Nana sering membantah perintah perintah dan nasihat orangtuanya, sedangkan Nini selalu mudah tersinggung.
Sepasang suami istri ini pun, selalu berusaha untuk mendidik kedua anaknya, agar sifat yang baik tetap dipertahankan, sedangkan sifat yang buruk harus dihilangkan.

Ilustrasi tersebut mamamparkan bahwa setiap orang mempunyai sifat yang berbada-beda meskipun kembar sekalipun.
”sifat adalah sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macamperangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaftif dan ekspretif secara sama”
(Alport, 1951, p.289)

o Sifat tidak berhubungan dengan objek
o Sifat itu hampir selalu lebih besar atau luas daripada sikap
o Sifat itu tidak dapat berbeda – beda dari yang lebih khusus ke yang lebih umum, tetapi sifat selalu umum
o Sifat tidak memberikan penilaian terhadap objek yang dihadapi.

b. Sikap (attitude)

Ilustrasi
Pertiwi adalah salah satu murid di SMP N I Subur makmur. Dia tergolong murid yang rajin dan cekatan, selain itu dia mempunyai banyak teman karena keramahan dan tutur katanya yang sopan. Para guru pun juga mengenal baik siapa pertiwi.
Suatu ketika, tiba-tiba sikap Pertiwi berubah seratus derajat celcius, Pertiwi tiba-tiba menjadi pemurung, mudah tersinggung, dan lebih parahnya prestasi belajarnya menurun dratis. Pak Rudi selaku walikelas pertiwi, memanggil wali murid dari pertiwi yaitu Buleknya Pertiwi untuk datang ke sekolahan, guna menanyakan tentang keadaan pertiwi akhir-akhir ini. Ternyata Pertiwi berubah total sikapnya tidak lain karena Ibu yang paling dikasihinya, yang paling disayanginya, yang bekerja untuk membiayai Pertiwi sekolah telah meninggal dunia dengan kasus tabrak lari. Sehingga pertiwi merasa terpukul dan belum dapat menerima kenyataan yang ia hadapi.

Dari ilustrasi kejadian tersebut memamparkan bahwa sebenarnya
• Sikap itu berhubungan dengan suatu objek
• Sikap itu biasanya merupakan suatu penilaian (manerima / menolak) terhadap objek yang dihadapi
• Sikap dat berbeda – beda dari yang lebih khusus ke yang lebih umum.


c. Watak (Karakter)
Ilustrasi
Suatu sore, terlihat lima sampai enam anak kecil mengendap – endap, sambil berjalan jongkok. Tiba – tiba mereka berteriak ketakutan dan lari terbirit – birit. Apa yang sebenarnya terjadi? Yups, mereka takut ketahuan pak Raden, kalau mereka telah memecahkan pot bunga yang ada di teras halaman rumahnya. Akibat dari bola kasti yang melambung sangat tinggi, ketika mereka sedang bermain di taman dekat rumah pak Raden yang akhirnya mengenai pot tersebut.
Pak Raden merupakan salah satu warga di desa Subur Makmur yang terkenal dengan suaranya yang menggelegar dan ocehannya seperti burung beo. Pak Raden hidup sendiri tqanpa istri dan anaknya, istrinya telah meninggal dunia sewaktu melahirkan anak semata wayangnya, sedangkan anaknya pun telah berkeluaraga, dan lebih memilih hidup bersama keluarga besar istrinya.
Semua warga di desa Subur Makmur tahu, bahwa sebarnya pak Raden itu berhati baik, tapi cara pak Raden menyampaikannya yang salah yaitu dengan kegalakannya. Hampir semua warga di desa itu pernah meraskan mulut jitu dan suara khas petir pak Raden. Suatu hari, pak RT berkunjung ke rumah pak Raden dengan tujuan untuk menasihati pak raden agar lebih ramah dan soapan dalam berbicara dengan orang lain, dengan sengan hati pak Raden menyanggupi iya tapi, selang beberapa hari pak Raden sudah kembali seperti biasanya jika ada yang menggagu dia atau tidak menyenangkan hatinya, maka ia seperti harimau yang siap menerkam santapannya.

Dari ilustrasi tersebut memamparkan bahwa
 Watak itu tidak dapat diubah
 Watak itu adalah pembawaan (gen)
 Watak itu adakalanya muncul, jika terjadi reaksi dari luar yang mengakibatkanya muncul
 Watak itu adakalanya tidak muncul, jika tidak terdapat reaksi yang mengakibatkan watak itu tidak muncul
 Watak itu menunjukan arti normatif.

Menurut pendapat saya, dari sifat, sikap, dan watak yang dapat diubah adalah sifat dan sikap. Kenapa?

 Karena sifat (trait) seperti yang sudah dijelaskan minggu lalu, ada kata kunci digeneralisasikan dan diarahkan berarti sifat itu dapat diubah, tergantung faktor lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sifat seseorang dapat di ubah asalkan ada kemauan.

Misal:
karena Nunuk malas belajar, bapaknya mempunyai ide jika nanti Nunuk ranking satu maka Bapaknya kan membelikan sepeda baru, lalu Nunk sekarang menjadi rajin belajar, tidak malas belajar lagi karena di motivasi oleh bapaknya, akhirnya nunuk ranking satu, mendapat sepeda baru, dan orangtuanya menjadi bangga juga.
 Sikap pun demikian, bukankah sudah dijelaskan bahwa sikap (attitude) itu berhubungan dengan suatu objek, manakala objek itu di terima atau ditolak semua itu kan tergantung pelaku(subjek), yang harus diperbaiki itu objeknya jika objeknya baik dan sesuai isi hati si pelaku kemungkin besar si pelaku akan menerima. Jadi sikap itu dapat di ubah.

Misal:
Didik menyukai Nunuk, tapi Nunuk kurang suka dengan didik karena Didik kurang rapi dan selalu terlambat berangkat sekolah. Suatu hari, Didik menyatakan cintanya kepada Nunuk, tapi Nunuk menolak dengan alasan Nunuk tidak suka anak yang jorok dan malas-malasan, akhirnya Didik tetap berusaha mendapatkan cinta nunuk dengan cara merubah sikapnya. Didik berusaha menjadi anak yang rapi dan selalu datang tepat waktu. Lama- kelamaan Nunuk merasa simpati kepada Didik, akhirnya Nunuk menyatakan bahwa sebenarnya dulu nunuk juga suka dengan Didik, tapi karena Didik kurang rapi dan pemalas Nunuk menolak. Sekarang Nunuk dan Didik akhirnya jadian, sampai sekarang.

 Terus kenapa saya menyatakan bahwa watak (karakter) tidak dapat diubah?
Karena saya sendiri mengalaminya, bahwa yang namanya watak itu suatu keturunan (pembawaan), Nenek saya suka marah – marah sendiri bila lagi banyak masalah, Ibu saya pun juga demikian, dan saya pun juga punya watak suka marah - marah gak jelas.

Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian

a. Faktor keturunan
Faktor keturunan (biologis) berpengaruh langsung dalam pembentukan kepribadian seseorang. Beberapa factor biologis yang penting seperti system syaraf, watak, seksual dan kelainan biologis, seperti penyakit-penyakit tertentu. 

b. Faktor lingkungan fisik (geografis)
Meliputi iklim dan bentuk muka bumi atau topografi setempat, serta sumber-sumber alam, Faktor lingkungan fisik (geografis) ini mempengaruhi lahirnya budaya yang berbeda pada masing-masing masyarakat. 

c. Faktor lingkungan social
1) Faktor keluarga, dimulai sejak bayi yaitu berhubungan dengan orangtua dan saudaranya
2) Lingkungan masyarakat yang beraneka ragam. Suatu warna yang harus ditegaskan dapat saja dianggap tidak perlu oleh anggota masyarakat lainnya.
d. Faktor kebudayaan yang berbeda-beda
Perbedaan kebudayan yang berbeda-beda
Perbedaan kebudayaan dalam setiap masyarakat dapat mempengaruhi kepribadian seseorang misalnya kebudayaan di daerah pantai, pegunungang, kebudayaan petani, kebudayaan kota.
4. Kebudayaan dan Pengaruhnya terhadap kepribadian
Ciri-ciri dan unsur-unsur kepribadian seseorang individu dewasa sebenarnya sudah tertanam ke dalam jiwa seseorang anak sejak awal yaitu pada masa kanak-kanak melalui proses sosialisasi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna dan Hakikat "Hidayah-Taufiq"

Bahasan Qolbu